Selasa, 21 Juli 2026

MA'HAD ALY RASYIDIYAH KHALIDIYAH AMUNTAI RILIS JURNAL AL-MA'HAD VOLUME 4

 



Amuntai, Kalimantan Selatan – Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan tradisi akademik dan publikasi ilmiah melalui penerbitan Jurnal Al-Ma'had Volume 4 Nomor 1 (Januari–Juni 2026).

Penerbitan edisi terbaru ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah dalam memperkuat budaya riset, pengkajian keislaman, dan penyebarluasan hasil penelitian ilmiah. Pada volume keempat ini, Jurnal Al-Ma'had memuat sembilan artikel ilmiah yang berfokus pada kajian Akidah dan Filsafat Islam, sesuai dengan bidang takhassus yang dikembangkan di Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai.

Adapun sembilan artikel yang diterbitkan dalam edisi ini meliputi:

  1. Akhlaq Sebagai Pilar Pembentukan Karakter dalam Upaya Mengatasi Kecanduan Gadget
  2. Aqidah dan Pembentukan Moral Umat Islam: Akhlak sebagai Landasan Kesempurnaan Manusia dalam Filsafat Islam
  3. Tantangan Aqidah dalam Dunia Kepesantrenan: Analisis Islam terhadap Krisis Keimanan di Era Digital
  4. Konsep Sifat Kalam Allah Menurut Imam Al-Ghazali dan Mu'tazilah
  5. Akidah Islam dan Tantangan Rasionalisme Modern: Telaah Peran Akal dan Wahyu dalam Pemikiran Islam
  6. Ad-Dakhil dalam Tafsir Al-Mazhari (Studi Analisis terhadap QS. Saba')
  7. Retorika Al-Qur'an dan Moderasi Beragama: Analisis Tafsir Tematik atas Delapan Dimensi Qaulan sebagai Strategi Komunikasi Digital yang Beradab
  8. Digital Immersion dan Pemerolehan Bahasa Kedua: Studi Kasus Subjek Tunggal dan Implikasinya bagi Pesantren
  9. Tauhid, Tawakal, dan Takdir: Relevansinya dalam Pembentukan Etos Hidup Muslim Kontemporer

Keberagaman tema tersebut menunjukkan perhatian para penulis terhadap berbagai isu kontemporer yang dikaji dari perspektif akidah, filsafat Islam, tafsir, hingga pendidikan pesantren. Dengan demikian, jurnal ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah bagi akademisi, mahasiswa, santri, peneliti, maupun masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan studi keislaman.

Penerbitan Jurnal Al-Ma'had Volume 4 juga menjadi bukti komitmen Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah serta memperluas kontribusi akademik pesantren di tingkat nasional. Melalui publikasi ini, Ma'had Aly terus mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan Islam yang berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah, dan khazanah keilmuan ulama.

Seluruh artikel pada Jurnal Al-Ma'had Volume 4 Nomor 1 (Januari–Juni 2026) dapat diunduh secara terbuka melalui laman resmi jurnal di:

Minggu, 14 Juni 2026

Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Gelar Yudisium Marhalah Ula (M1) Ke-7

 




Amuntai, 14 Juni 2026 — Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah menggelar Yudisium Marhalah Ula (M1) ke-7 sebagai agenda resmi penetapan kelulusan mahasantri dan mahasantriwati. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh sekitar 40 peserta, terdiri dari 28 mahasantri (ikhwan) dan 12 mahasantriwati (akhwat).

Dalam yudisium tersebut, sebanyak 11 mahasantri/wati berhasil meraih predikat Mumtaz/Pujian atas prestasi akademik yang dicapai selama masa pendidikan.

Mudir Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah, KH. A. Humaidi, Lc., M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh makna kepada para peserta yudisium. Dengan perasaan haru dan bangga, beliau mengingatkan pentingnya menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat.


“Khairun Nas Anfa’uhum Lin Nas. Bagaimanapun keadaan Mahasantri/wati Ma’had Aly setelah lulus, harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas, sekalipun dalam hal yang kecil. Jangan berpuas diri setelah lulus. Lanjutkan tafaqquh fiddin, lanjutkan ngaji kalian, karena belajar itu tiada batasnya,” ujar Kiai Humaidi.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.A.P., Ketua Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengulas sejarah panjang perjuangan para masyayikh dalam merintis dan memperjuangkan keberadaan Ma’had Aly hingga mendapatkan pengakuan resmi dari negara.

Beliau menjelaskan bahwa gagasan pendirian Ma’had Aly telah muncul sejak tahun 1990-an oleh tokoh-tokoh besar Nahdlatul Ulama, seperti KH. R. As’ad Syamsul Arifin, KH. Sahal Mahfudz, dan KH. Maimun Zubair. Gagasan tersebut bertujuan mencetak kader ulama yang mendalam penguasaan Kitab Kuning serta ilmu-ilmu keislaman.

Perjalanan pengakuan Ma’had Aly semakin kuat dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Selanjutnya, pada tahun 2015, pemerintah melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 71 Tahun 2015 secara resmi mengakui Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam berbasis pesantren yang setara dengan perguruan tinggi pada jenjang sarjana hingga doktoral.



Acara Yudisium Marhalah Ula (M1) ke-7 ini menjadi momentum penting bagi para mahasantri dan mahasantriwati untuk melangkah ke tahap berikutnya dalam pengabdian dan pengembangan keilmuan. Dengan bekal ilmu yang telah diperoleh, mereka diharapkan mampu menjadi generasi ulama dan intelektual muslim yang berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.



Rangkaian acara Yudisium Marhalah Ula (M1) ke-7 ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Barkatullah Amin, M.Pd.I. Dalam suasana penuh khidmat dan haru, doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran proses pendidikan yang telah ditempuh para mahasantri dan mahasantriwati serta memohon keberkahan ilmu yang diperoleh. Dengan berakhirnya acara tersebut, para peserta yudisium diharapkan mampu mengemban amanah keilmuan yang dimiliki, terus mengembangkan kapasitas diri melalui proses belajar yang berkelanjutan, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat sesuai dengan pesan para masyayikh dan pimpinan Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah. 









Kamis, 04 Juni 2026

Munaqasyah Risalah Digelar, Tahap Akhir Kelulusan Mahasantri Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah

 


Amuntai – Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai menggelar Ujian Munaqasyah Risalah sebagai tindak lanjut dari ujian proposal yang telah dilaksanakan pada Januari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu syarat utama kelulusan bagi mahasantri jenjang Marhalah Ula sekaligus penentu akhir kesiapan akademik sebelum dinyatakan lulus.

Ujian Risalah Marhalah Ula Semester 8 tersebut dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) dan diikuti oleh 40 mahasantri. Seluruh rangkaian ujian berlangsung di Kampus Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai yang dibagi ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama diuji oleh Dr. H. Muh. Haris Zubaidillah, M.Pd., H. Ahmad Humaidi, Lc., M.Pd.I., dan H. Alfianor, Lc., M.Pd.I. Sementara itu, kelompok kedua diuji oleh Dr. H. Rif’an Syafruddin, Lc., M.Ag., Drs. H. Barkatullah Amin, M.Pd.I., dan H. Samsul Fajeri, Lc., M.A.

Sebagai tugas akhir yang setara dengan skripsi pada perguruan tinggi umum, risalah menjadi sarana untuk menguji kemampuan mahasantri dalam mengkaji persoalan keilmuan secara mendalam, sistematis, dan argumentatif. Pada jenjang Marhalah Ula, pengujian dilakukan melalui pendekatan tahqiq al-‘ibarah, yakni kemampuan menelaah, memahami, serta mengkritisi teks-teks keilmuan Islam secara akademis.

Melalui ujian munaqasyah ini, para mahasantri dituntut mempertanggungjawabkan hasil penelitian mereka di hadapan tim penguji. Selain itu, mereka juga harus menunjukkan penguasaan terhadap tema yang telah dikaji selama proses penyusunan risalah.

Penyelenggaraan Ujian Munaqasyah Risalah merupakan bagian dari komitmen Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah dalam menjaga mutu akademik dan menghasilkan lulusan yang memiliki kematangan keilmuan. Para lulusan diharapkan mampu menjadi kader ulama dan ahli di bidang keislaman yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Dengan terlaksananya ujian ini, para mahasantri Marhalah Ula selangkah lebih dekat menuju kelulusan setelah menempuh proses pendidikan dan pembelajaran yang intensif di lingkungan Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai.








Sabtu, 23 Mei 2026

Tes Kitab Kuning Jadi Gerbang Seleksi Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

 


AMUNTAI – Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai melaksanakan seleksi tahap I penerimaan mahasantri baru Tahun Akademik 2026/2027 pada Minggu, 24 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, Jalan Rakha, Desa Pakapuran, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara ini diikuti sebanyak 20 calon mahasantri.



Seleksi dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, KH. Ahmad Humaidi, Lc., M.Pd.I., bersama Ketua Program Studi, H. Samsul Fajeri, Lc., M.A.

Adapun materi seleksi meliputi kemampuan membaca kitab kuning, tes hafalan Al-Qur’an, tajwid dan bacaan Al-Qur’an, hafalan hadis, serta wawancara mengenai kesiapan dan komitmen peserta untuk belajar dan menjadi mahasantri di Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai.



Mudir Ma’had Aly menegaskan bahwa tradisi keilmuan di Ma'had Aly ini bertumpu pada kajian turats klasik dan modern. Karena itu, kemampuan membaca kitab kuning menjadi pintu awal untuk memahami literatur keislaman klasik. Tanpa penguasaan bahasa Arab yang baik, mahasantri akan mengalami kesulitan mengikuti proses pembelajaran secara optimal.




Jumat, 03 April 2026

Mahasantri Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Resmi Ditarik, Khidmah Mujtama’ Beri Dampak Positif bagi Masyarakat

 



Amuntai Selatan — Acara penarikan dan perpisahan mahasantri peserta Khidmah Mujtama’ (KKN) Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026, bertempat di Aula MI Nurul Hidayah, Kota Raja, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, para kepala desa lokasi pengabdian, serta dosen pembimbing. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan sebagai penutup rangkaian kegiatan pengabdian mahasantri di tengah masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan kalam ilahi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pertama oleh Ketua Pelaksana Khidmah Mujtama’,

Dr. H. Muh Haris Zubaidillah, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan khidmah yang berlangsung sejak bulan Ramadan hingga 17 Syawal telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa.

Sambutan Ketua Pelaksanan Khidmah Mujtama'

“Mahasantri terlibat langsung dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti menjadi imam sholat berjamaah, tarawih, tadarus, mengajar di TPA, mengisi majelis ta’lim, serta kegiatan rutin keagamaan ibu-ibu. Selain itu, mereka juga berperan dalam pembelajaran dasar keagamaan bagi anak-anak, membersihkan masjid dan mushalla, serta mengikuti kegiatan maulid dan lainnya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran mahasantri memberikan dampak positif, khususnya dalam meningkatkan interaksi sosial serta memberikan edukasi keagamaan secara langsung kepada masyarakat.

Sambutan kedua disampaikan oleh Mudir Ma’had Aly yang menyampaikan rasa terima kasih kepada para kepala desa dan seluruh masyarakat yang telah menerima serta mendukung mahasantri selama melaksanakan kegiatan khidmah.

Sambutan Mudir Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah

“Terima kasih atas kepercayaan dan penerimaan yang luar biasa dari masyarakat. Semoga apa yang telah dilakukan para mahasantri dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sebagai puncak acara, dilakukan prosesi penarikan mahasantri secara simbolis dari desa lokasi pengabdian untuk kembali ke kampus. Prosesi ini menjadi tanda berakhirnya kegiatan Khidmah Mujtama’ yang telah berjalan dengan lancar dan penuh makna.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kenangan dan kebersamaan antara mahasantri, dosen, serta masyarakat.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai pengabdian dan pengalaman yang diperoleh mahasantri dapat terus dikembangkan serta memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang.

Foto Bersama Mudir, DPL,dan Kepala Desa


Foto Bersama DPL dan Peserta Khidmah Mujtma' Ikhwan


Foto Bersama DPL dan Peserta Khidmah Mujtama' Akhwat


Rabu, 11 Maret 2026

Mahasantri BCB BAZNAS RI Gelar Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan dan Buka Bersama Anak Yatim di Panti Asuhan Budi Rahayu Amuntai

 


Amuntai — Mahasantri penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS RI dari Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama anak yatim piatu di Panti Asuhan Budi Rahayu, Desa Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, pada Selasa, 20 Ramadhan 1447 H.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Mudir Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai bersama para mahasantri penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS RI. Program ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif bersama BAZNAS RI dalam menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antar sesama, khususnya di bulan suci Ramadhan.

Acara berlangsung di lingkungan Panti Asuhan Budi Rahayu yang menjadi pusat kegiatan berbagi dan silaturahmi. Melalui kegiatan ini, para mahasantri dan anak-anak panti diajak untuk merasakan makna Ramadhan yang lebih mendalam, sekaligus memperkuat rasa empati dan kebersamaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan serta sambutan dari Ketua Pelaksana, kemudian dilanjutkan sambutan dari Mudir Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan doa haul. Selanjutnya, mahasantri penerima BCB BAZNAS RI, M. Nur Tijani, menyampaikan kultum dengan tema penanaman akidah sejak dini.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan berupa beras, telur, dan mie instan oleh Mudir Ma’had Aly kepada pengurus Panti Asuhan Budi Rahayu.

Penyerahan Bantuan Sembako dari Mudir Ma'had Aly

Kegiatan Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Nilai-nilai keislaman yang ditanamkan diharapkan dapat membentuk karakter anak-anak panti menjadi pribadi yang berakhlak mulia serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.





Dengan semangat berbagi di bulan suci, kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa kehadiran mahasantri tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga aktif dalam pengabdian kepada masyarakat.

#CAHAYAZAKAT
#PESANTREN1000CAHAYARAMADHAN
#PESANTREN1000CAHAYABAZNAS

Jumat, 29 Agustus 2025

18 Mahasantri Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Ikuti Seleksi Wawancara Beasiswa Cendekia BAZNAS RI

 


Amuntai, 28 Agustus 2025 – Sebanyak 18 Mahasantri Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai mengikuti tahapan seleksi wawancara program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Republik Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 28 Agustus 2025, pukul 13.30 WITA hingga selesai, bertempat di ruang kegiatan Ma'had Aly RAKHA Amuntai.

Peserta seleksi terdiri dari 7 mahasantri ikhwan dan 11 mahasantri akhwat yang sebelumnya telah melalui proses pendaftaran dan seleksi administrasi. Wawancara ini merupakan bagian penting dalam proses seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS RI yang bertujuan untuk menggali lebih dalam potensi dan kesiapan para peserta dalam mengikuti program beasiswa.

Beberapa aspek utama yang dinilai dalam wawancara ini meliputi kesiapan peserta dalam mengikuti program BCB BAZNAS RI, aktivitas positif dalam keseharian mereka, keunggulan baik di bidang organisasi maupun prestasi akademik, serta rencana dan kontribusi mereka setelah menyelesaikan pendidikan di Ma’had Aly.

Seluruh hasil wawancara akan dirangking berdasarkan penilaian pewawancara, untuk kemudian dilaporkan kepada Person in Charge (PIC) Beasiswa Cendekia BAZNAS RI. Mahasantri yang memenuhi syarat dan meraih peringkat terbaik akan dinyatakan lulus seleksi dan berhak menerima beasiswa.

Program Beasiswa Cendekia BAZNAS RI merupakan bentuk dukungan Badan Amil Zakat Nasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda Islam, khususnya dari kalangan mahasantri yang berprestasi dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pengembangan diri dan kontribusi sosial. (Humas Ma'had Aly Rakha)









Minggu, 24 Agustus 2025

MUI HULU SUNGAI UTARA GELAR BAHSUL MASAIL DI MA'HAD ALY RASYIDIYAH KHALIDIYAH AMUNTAI.

 


Pada hari Minggu, 24 Agustus 2025  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar acara Bahsul Masail yang diselenggarakan secara kolaboratif bersama para dosen dan akademisi Ma'had Aly Rasyidiyyah Khalidiyyah Amuntai. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi keagamaan dan lembaga ulama dalam mengkaji berbagai persoalan keagamaan kontemporer.

Dalam acara yang berlangsung penuh khidmat ini, para ulama dan akademisi dari Ma’had Aly bersama dengan anggota MUI secara intensif membahas berbagai isu fiqh dan tasawwuf yang relevan dengan perkembangan masyarakat saat ini. Diskusi ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga bagaimana implementasi hasil bahsul masail tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan umat.


Ketua MUI (Mu'allim KH.Said Masrawan Lc, MA) yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap langkah kolaboratif ini. Beliau menekankan pentingnya dialog dan kajian ilmiah untuk menghasilkan fatwa dan solusi yang tepat dalam menghadapi dinamika sosial dan keagamaan.

Sementara itu, Mudir Ma’had Aly (Mu'allim KH.A.Humaidi Lc, M.Pd.I) juga menegaskan komitmen institusinya untuk terus menjadi wadah kajian ilmiah yang produktif serta mendukung penguatan peran ulama dalam membimbing umat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model sinergi yang berkelanjutan antara dunia pendidikan dan lembaga keagamaan.


Kegiatan ini juga salah satu program tahunan yang di adakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yg berada di daerah Hulu Sungai Utara (HSU), yang mana mereka mengadakan di instansi yang berbeda² setiap tahun nya, untuk tujuan mendengar jawaban sekaligus mengajarkan kepada para penuntut ilmu di tiap instansi itu agar tidak takut untuk menyuarakan kebenaran dan memberikan jawaban.

Acara Bahsul Masail ini diakhiri dengan paparan jawaban yg sangat² luar biasa dari salah satu dosen Ma'had Aly Rasyidiyyah Khalidiyyah Amuntai (Mu'allim H.Sakinul Jinan Lc) yg menjawab pertanya'an dari salah satu Mahasantri Ma'had aly Rasyidiyyah Khalidyyah Amuntai (M.Nur Tijani) seputar tentang tasawwuf.



Wisuda Marhalah Ula (M1) ke-VI Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

 


Amuntai – Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai kembali menggelar Wisuda Marhalah Ula (M1) yang ke-VI pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Acara yang diikuti oleh 44 orang wisudawan dan wisudawati ini dilaksanakan di Gedung Aneka Guna, Jl. Suwandi Sumarta, Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.



Acara dimulai dengan pembacaan surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ponpes RAKHA. Pembacaan Kalam Ilahi dibawakan oleh Ustadz Ahmad Nor Rifa’i.



Wisuda dibuka secara resmi oleh Mudir Ma’had Aly, KH. Ahmad Humaidi, Lc., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan laporan perkembangan Ma’had Aly Rakha hingga saat ini serta memberikan apresiasi kepada wisudawan terbaik:

  • M. Fadli (IPK 3,54)

  • Fatimah (IPK 3,51)

  • Husna Hidayah (IPK 3,51)

  • Linda Kamilia (IPK 3,51)




Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada dua mahasantri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an, yaitu Muhammad Napis dan Siti Aisyah.

Surat Keputusan Wisuda dibacakan oleh Wakil Mudir, KH. Alfiano, Lc., M.Pd.I, kemudian dilanjutkan dengan prosesi wisuda. Pada kesempatan ini, disampaikan pula bahwa gelar lulusan Ma’had Aly mengalami perubahan dari S.Ag menjadi S.A.F (Sarjana Akidah dan Filsafat Islam), berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 429 Tahun 2025 yang mulai berlaku per 16 April 2025.



Ketua Dewan Masyayikh Ponpes Rakha, Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.A.P., dalam sambutannya menjelaskan sejarah awal berdirinya Ma’had Aly di Indonesia dan menegaskan perbedaan mendasar antara Ma’had Aly dengan perguruan tinggi lain, yaitu fokus pada mencetak lulusan ahli ilmu agama (mutafaqqih fiddin) berbasis kitab kuning.



Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Hulu Sungai Utara yang diwakili oleh Kasi Pontren, Bapak Nasripani, M.A., turut menyampaikan sambutan. Beliau mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan menyampaikan bahwa lulusan Ma’had Aly kini diakui secara resmi berhak mengikuti seleksi CPNS, sesuai kesepakatan antara Kementerian PAN-RB dan Kementerian Agama tahun 2024. Bahkan, di Kabupaten Hulu Sungai Utara, telah ada beberapa alumni Ma’had Aly Rakha yang lulus seleksi P3K.



Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Pondok sekaligus Dosen Ma’had Aly, KH. M. Sayukani, Lc.




MA'HAD ALY RASYIDIYAH KHALIDIYAH AMUNTAI RILIS JURNAL AL-MA'HAD VOLUME 4

  Amuntai, Kalimantan Selatan – Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan tradisi ak...