Rabu, 30 Juli 2025

DAURAH ILMIYAH BERSAMA DR. H. HASYIM BIN ABDURRAHMAN ALAYDRUS BA'ALAWI


Pada acara "Nadwah Ilmiyah"/"Seminar Internasional" yang diselenggarakan di Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai pada 31 Juli 2025, 

Dengan tema:

"القيم الاسلامية في بناء أخلاق الأمة" 

("Nilai-Nilai Islam dalam Membangun Akhlak Bangsa")


Yang Mulia Syeikh Dr. Hasyim bin Abdurrahman Alaydrus Ba'alawy memberikan pemaparan penting.


Beliau menjelaskan dengan cara yang mudah dimengerti tentang dua hal penting dalam hidup kita. Pertama, hubungan kita dengan Allah, Hablumminallah. Dan yang kedua, hubungan kita dengan sesama manusia dan makhluk lainnya, Hablumminannas. Kata beliau, dua hal ini harus kita jaga seimbang, karena keduanya saling berkaitan.

Syeikh Hasyim juga mengingatkan kita tentang kebiasaan-kebiasaan baik yang diajarkan Rasulullah , yang kadang kita anggap sepele, misalnya cara makan, cara berpakaian, atau cara bertamu dan berjalan. Padahal, kebiasaan-kebiasaan kecil inilah yang akan membentuk akhlak atau perilaku kita menjadi mulia.

Intinya, dalam acara itu kita belajar bahwa ajaran Islam itu sangat lengkap. Semua hal dalam hidup kita, bahkan hal yang kecil-kecil sekalipun, sudah ada aturannya. Ini menunjukkan bahwa Islam itu adalah pedoman hidup yang sempurna, yang membimbing kita untuk menjadi pribadi yang baik, berakhlak mulia, dan dicintai oleh Allah maupun oleh sesama.









Kamis, 19 Juni 2025

Dua Mahasantri Ma’had Aly Rakha Amuntai Ikuti Seleksi CBT Online MQKN 2025


Hulu Sungai Utara, 19 Juni 2025 — Dua perwakilan mahasantri dari Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai, Kalimantan Selatan, turut ambil bagian dalam seleksi Computer-Based Test (CBT) Online Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) tahun 2025.

Keduanya adalah Muhammad Nur Tijani dan Fathul Janah, masing-masing merupakan mahasantri dan mahasantriwati semester 4. Mereka mengikuti tes CBT Bahtsul Kutub sesi ke-4 yang dilaksanakan pada 19 Juni 2025 pukul 14.00 WITA.

Materi yang diujikan dalam seleksi ini meliputi pemahaman kitab Fathul Wahhab serta pengetahuan tentang Undang-Undang Pesantren. Seleksi ini merupakan bagian dari tahap awal MQKN yang diadakan secara nasional untuk menjaring santri terbaik dari berbagai Ma’had Aly di seluruh Indonesia.

Peserta dengan nilai tertinggi dalam seleksi CBT ini akan melaju ke tahap final yang akan digelar di Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Sulawesi Selatan.

 



Sabtu, 14 Juni 2025

Yudisium Marhalah Ula (M1) Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai: 44 Lulusan Siap Menjaga Marwah Sarjana Agama

 


Amuntai, Kalimantan Selatan — Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai kembali mencetak generasi intelektual mahasantri dalam Yudisium Marhalah Ula yang digelar secara khidmat dan penuh makna. Sebanyak 44 lulusan resmi diyudisium dan dinyatakan lulus sebagai Sarjana Agama (S.Ag.).

Dalam acara tersebut, Muhammad Fadli dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,54. Disusul oleh Husna Hidayah, Linda Kamilia, dan Fatimah, yang masing-masing meraih IPK 3,51. Selain itu, dua lulusan yakni M. Napis dan Siti Aisyah juga mendapat apresiasi khusus atas capaian mereka dalam menghafal 30 juz Al-Qur’an.


KH. Alfianor, Lc., M.Pd.I, selaku perwakilan Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Rakha Amuntai, menyampaikan sambutan yang mengulas sejarah perjalanan panjang Ma'had Aly hingga mendapat pengakuan resmi dari pemerintah. Beliau menekankan bahwa pengakuan tersebut adalah buah dari perjuangan kolektif para ulama dan pendiri pondok, serta komitmen kuat dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi Islam berbasis pesantren.

Sementara itu, Mudir Ma’had Aly Rakha Amuntai, KH. Ahmad Humadi, Lc., M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam kepada para lulusan. Ia mengingatkan bahwa gelar S.Ag. yang disandang bukan hanya formalitas, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga marwah sarjana agama. Dengan penguasaan kitab kuning yang mumpuni, para lulusan diharapkan menjadi penjaga nilai-nilai syariat dan intelektual yang berakhlak mulia.

"Sorban putih yang kalian kenakan adalah simbol kesucian hati, dan selendang merah adalah simbol keberanian dalam menegakkan kebenaran serta menyebarkan hukum Allah SWT di muka bumi. Lulusan Ma'had Aly harus ikhlas dalam setiap langkah dakwahnya, karena sesuatu yang dilakukan karena Allah itulah yang bernilai di sisi-Nya," ujar beliau.

KH. Ahmad Humadi juga mengutip hikmah dari Ibnu Athaillah: "Orang yang mendapatkan Allah, hakikatnya telah mendapatkan segalanya. Sebaliknya, jika tanpa keikhlasan, amal tidak akan bernilai dan tak membawa manfaat."

Menutup rangkaian acara, KH. Abdul Barie, dosen sepuh Ma’had Aly, memimpin doa dengan penuh khidmad. Sebelum berdoa, beliau menyampaikan pesan bijak kepada para alumni dengan mengutip perkataan Syekh Abdul Qadir al-Jailani:

“Berakhlaklah, karena setiap orang yang berakhlak pasti berilmu. Namun tidak semua orang yang berilmu memiliki akhlak.”

Beliau juga mengingatkan pentingnya adab terhadap guru, seraya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang tiga musibah bagi mereka yang merendahkan gurunya, yakni: lupa pelajaran yang dihafal, sulit menyampaikan ilmu, dan hidup dalam kefakiran.

Yudisium ini menjadi momentum penting bagi Ma’had Aly Rakha Amuntai, yang terus berkomitmen melahirkan sarjana agama yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga matang secara spiritual dan akhlak. Para lulusan kini bersiap untuk mengemban amanah dakwah dan menjadi pelita umat di tengah dinamika zaman. (Humas Ma'had Aly Rakha)

 










Senin, 02 Juni 2025

44 MAHASANTRI MA’HAD ALY RASYIDIYAH KHALIDIYAH (RAKHA) AMUNTAI IKUTI UJIAN MUNAQASYAH RISALAH AKHIR (SKRIPSI)

 


Sebanyak 44 mahasantri semester akhir Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai Takhassus Akidah dan Filsafat Islam mengikuti pelaksanaan Ujian Munaqasyah Risalah Akhir (Skripsi) Tahun Akademik 2024/2025 di Gedung lantai 3 ruang kelas Ma’had Aly jalan Rakha Desa Pakapuran, Kecamatan Amuntai Utara. Senin (02/06/2025).

Ini merupakan sidang  munaqasah ke 6 sejak Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah mendapat ijin operasional (IJOP) dari Kementerian Agama RI No. 3002 Tahun 2016





Baca Juga : MA'HAD ALY RASYIDIYAH KHALIDIYAH (RAKHA) AMUNTAI GELAR UJIAN KOMPREHENSIF

Pelaksanaan ujian munaqasyah dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok A terdiri dari 22 mahasantri dan bertindak sebagai penguji adalah Dr. KH. Rif'an Syafruddin, Lc., M.Ag, Dr. H. Muh. Haris Zubaidillah, M.Pd. dan Drs. KH. Barkatullah Amin, M.Pd.I,  Kelompok B terdiri dari 22 mahasantri dan yang menjadi penguji adalah KH. Alfianor, Lc., M.Pd.I, KH. Ahmad Humaidi, Lc., M.Pd.I dan Ustdz Samsul Fajri, Lc., MA.

Mudir Ma’had Aly, KH. Ahmad Humaidi, Lc., M.Pd.I Menyebutkan, munaqasyah risalah akhir ini merupakan agenda wajib yang harus dilalui oleh mahasantri semester akhir, setelah melakukan seminar proposal dan penelitian sebelum menamatkan kuliah di Ma’had Aly. Ketika mahasiswa bisa mempertahankan risalah akhirnya dihadapan tim penguji, maka mahasiswa tersebut bisa dinyatakan lulus dengan catatan memperbaiki apa saja yang sudah menjadi catatan perbaikan. (Humas-Ma'had Aly Rakha)














 



Jumat, 23 Mei 2025

MA'HAD ALY RASYIDIYAH KHALIDIYAH (RAKHA) AMUNTAI GELAR UJIAN KOMPREHENSIF

 


Sebanyak 45 mahasantri ma'had aly rasyidiyah khalidiyah amuntai mengikuti ujian komprehensif yang dibagi dalam 2 kelompok. Ujian ini dilaksanakan untuk mengetahui dan mengevaluasi sejauh mana kemampuan calon sarjana Ma’had Aly dalam keilmuan keagamaan, baik dari sisi kematangan dalam ilmu yang dipelajari maupun kesiapan dalam menghadapi masyarakat.

Baca Juga : 44 MAHASANTRI MA’HAD ALY RASYIDIYAH KHALIDIYAH (RAKHA) AMUNTAI IKUTI UJIAN MUNAQASYAH RISALAH AKHIR (SKRIPSI)

Tujuannya adalah untuk mempersiapkan sarjana sarjana islam yang siap dalam berkompetisi dan memberikan yang terbaik untuk umat. Mampu berdedikasi dalam hal positif dan mendakwahkan agama sesuai dengan ajaran ilmu agama yang diterima dari Guru ke Guru sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ujian komprehensif ini bukan sekadar formalitas akademik, tetapi menjadi medan ujian yang menguji kemampuan intelektual dan kesiapan spiritual para mahasantri.

Dimulai pada hari sabtu, 24 mei 2024 pukul 08.00 wita, Mudir Ma'had Aly KH. Ahmad Humaidi, Lc., M.Pd.I dan Ketua Prodi Ustdz Samsul Fajeri, Lc., MA menguji langsung secara lisan mengenai isi kitab Mau’izhatul mu'minin min ihya' ulumiddin  karangan Sayikh Muhammad Jamaluddin al-Qasmi ad-Dimasyqi. Mahasantri membacakan dan menjelaskan halaman pilihan penguji secara acak.

selain pengujian kitab diatas mahasantri juga dites Tahfidz dan Tahsinnya. Tes ini mengevaluasi kemampuan calon mahasiswa dalam menghafal dan melafalkan ayat-ayat Al-Quran, yang merupakan dasar dalam studi agama Islam.

Uji ini juga bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang ilmu agama Islam dan dapat berkontribusi dalam mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama di masyarakat. (Humas Ma'had Aly Rakha)






Kamis, 27 Februari 2025

PELEPASAN KKN/KHIDMAH MAHASANTRI MA’HAD ALY RAKHA AMUNTAI OLEH MUDIR KH. AHMAD HUMAIDI, LC., M.Pd.I




Hulu Sungai Utara – Sebanyak 42 mahasantri Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai resmi dilepas oleh Mudir, KH. Ahmad Humaidi, Lc., M.Pd.I, untuk melaksanakan program khidmah atau KKN (Kuliah Kerja Nyata) di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Acara pelepasan ini menandai dimulainya kegiatan yang akan berlangsung selama dua bulan ke depan dari 27 februari s/d 27 april 2025.



Para mahasantri dibagi dalam lima kelompok dan ditempatkan di berbagai titik sekitar Ma’had Aly. Program khidmah ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat serta memperkenalkan nilai-nilai keislaman yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, KH. Ahmad Humaidi menekankan pentingnya khidmah sebagai bagian dari proses pembelajaran yang holistik. “Khidmah adalah belajar dan belajar. Ini bisa menjadi sarana menambal kekurangan selama belajar di ma’had,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa khidmah juga merupakan bentuk amal jariyah yang bernilai ibadah jika dijalankan dengan ikhlas. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kedewasaan mental dan pola pikir para mahasantri dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat.

Selama khidmah, para mahasantri tidak hanya terlibat dalam kegiatan sosial seperti pendidikan dan pemberdayaan, tetapi juga fokus pada penguatan ilmu agama yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Program ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter mahasantri Ma'had Aly Rakha sebagai agen perubahan di tengah umat.

Jumat, 29 September 2023

Sinopsis Novel Diary Ungu Rumaysha (DUR)

 

Judul : DUR (diary ungu Rumaysha)

Pengarang : Nisaul Kamilah, 1984- (penulis)

ISBN : 978-623-7982-02-9

Penerbitan : Yogyakarta : Telaga Aksara, 2020

Genre : Fiksi (Roman Religi)


Novel Diary Ungu Rumaysha (DUR) adalah sejenis novel slice of life. yang menceritakan perjalanan hidup dan pendewasaan pemikiran tokoh utamanya yang bernama Rumaysha Nahrasiyah Wicaksono, yang akrab di sapa dengan panggilan Rum. Rum ini bukan lulusan pesantren, tidak pernah mondok, mengajinya masih ala kadarnya, penampilannya gak nyantri-nyantri banget.

Ketika SMA, Rum adalah siswi yang sangat berprestasi di kelas nya, dan Rum juga sudah kadung saling suka dengan dengan sahabat sekaligus rival dalam prestasi yang bernama Alfaraby Wirabadja. Namun sejak masa SMA itu pula dia terpaksa menjadi badal pengantin bagi almarhumah kakaknya yg bernama Salma. 

Pelajaran dari kehadiran novel DUR ini turut menyemarakkan khazanah sastra pesantren yang mulai bergeliat. DUR  memberikan pelajaran bagaimana menjalani hidup dengan ikhlas, tawakkal atas ketetapan Allah termasuk dalam menerima pasangan, seperti Rum yang menerima surat wasiat dari almarhumah kakaknya, untuk menikahi calon suaminya yg bernama Salim Abdullah Asy syathiri atau biasa di panggil gus Asy. 
Semua akan menjadi indah dan terasa mudah jika dilandasi dengan keikhlasan kepada Allah atas takdir yang terjadi. Manusia hanya mampu berencana, akan tetapi Allah lah yang berkehendak atas segalanya. Kiranya begitulah nasehat yang tepat untuk Rumaysha yang menjalani kehidupan sebagai calon badal pengantin dari almarhumah kakaknya Salma dan berjuang mencintai suaminya gus Asy yg tengah patah hati akibat kematian Salma.



Sinopsis ditulis oleh Muhammad Rafiqi
Untuk tugas Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Cendekia Baznas RI
Tema Bulan September 2023 "Literasi Kontekstual"

Minggu, 09 Juli 2023

MUDIR LEPAS KEBERANGKATAN 2 MAHASANTRI MA’HAD ALY RAKHA AMUNTAI YANG MENGIKUTI MQK NASIONAL DI LAMONGAN, JAWA TIMUR

 



Mudir Ma’had Aly Rakha Amuntai KH. Ahmad Humaidi, Lc., M.Pd.I melepas keberangkatan 2 mahasantri untuk ikut berpartisipasi dalam ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Nasional di pondok Pesantren Sunan Drajat PacitanKabupaten Lamongan, Jawa Timur pada 10-18 Juli 2023.

2 Mahasantri menjadi kafilah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan mengikuti bidang lomba Bahsul Kutub yang bertujuan untuk menggali kemampuan mahasantri membaca, menerjemahkan dan memahami kitab kuning dengan menggunakan bahasa Arab. Kitab yang dilombakan adalah Fath al-Mu’în bi Syarh Qurrah al-‘Ain bi Muhimmât ad Dîn, karya Ahmad Zain al-Dîn al-Malîbârî. Perserta masing-masing dengan kategori perorangan (putra dan putri).

Mudir Ma’had Aly mengatakan, ada sebuah kebanggan tersendiri karena 2 Mahasantri kami yakni Muhammad Napis dan Linda Kamilia menjadi perwakilan dari Kalimantan Selatan “Ini satu hal yang harus kita syukuri, 2 Mahasantri Ma’had Aly menjadi Kafilah Kalimantan Selatan. Ini menjadi barometer kemampuan Mahasantri dalam pembelajaran kitab kuning. Kita selalu mendoakan yang terbaik dan mudah mudahan semua yang berangkat selamat sampai tujuan serta kembali dengan keadan selamat sehat dan walafiat.

Kafilah yang berangkat dari Kabupaten Hulu Sungai Utara untuk perwakilan Propinsi Kalimantan Selatan ada 5 orang yakni 2 orang dari Ma’had Aly Rakha Amuntai, 3 orang dari tingkat Ulya masing-masing dari Ponpes Raudlatul Muta’allimin Amuntai, Ponpes Ar-Raudhah Amuntai dan Raudhatut Thalibin Amuntai serta didampingi oleh Kasi PD. Pontren HSU Bapak Bunyamin, S.Pd.I., M.Pd dan 3 orang pendamping dari Ponpes Raudlatul Muta’allimin dan Ponpes Ar-Raudhah. (Humas Ma’had Aly)


Minggu, 02 Juli 2023

19 MAHASANTRI MA’HAD ALY RASYIDIYAH KHALIDIYAH (RAKHA) AMUNTAI IKUTI UJIAN MUNAQASYAH/SKRIPSI

 










Sebanyak 19 mahasantri semester akhir Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai Program Studi (Prodi) Akidah dan Filsafat Islam mengikuti pelaksanaan Ujian Munaqasyah/Skripsi Tahun Akademik 2022/2023 di Gedung lantai 3 ruang kelas Ma’had Aly jalan Rakha Desa Pakapuran, Kecamatan Amuntai Utara. Minggu (02/07/2023).

Ini merupakan sidang  munaqasah ke 4 sejak Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah mendapat ijin operasional (IJOP) dari Kementerian Agama RI No. 3002 Tahun 2016



Pelaksanaan ujian munaqasyah dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok A terdiri dari 10 mahasantri dan bertindak sebagai penguji adalah Drs. KH. Barkatullah Amin, M.Pd.I, Drs. H. Ramlan Thalib, M.M.Pd dan Ustdz Samsul Fajri, Lc., MA. Kelompok B terdiri dari 9 mahasantri dan yang menjadi penguji adalah KH. Alfianor, Lc., M.Pd.I, KH. Ahmad Humaidi, Lc., M.Pd.I dan Dr. Muh. Haris Zubaidillah, M.Pd.

Mudir Ma’had Aly, KH. Ahmad Humaidi, Lc., M.Pd.I Menyebutkan, munaqasyah ini merupakan agenda wajib yang harus dilalui oleh mahasantri semester akhir, setelah melakukan seminar proposal dan penelitian sebelum menamatkan kuliah di Ma’had Aly. Ketika mahasiswa bisa mempertahankan skripsinya dihadapan tim penguji, maka mahasiswa tersebut bisa dinyatakan lulus dengan catatan memperbaiki apa saja yang sudah menjadi catatan perbaikan. (Humas-Ma'had Aly Rakha)











Senin, 26 Juni 2023

INSPIRASI TOKOH DAN PEMBINAAN PENINGKATAN KUALITAS MENERJEMAH MAHASANTRI.

 


Pembinaan Mahasantri penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Ma’had Aly memasuki pembinaaan ke 6 pada tahun 2023 ini. Pembinaan kali ini dilaksanakan pada jum’at tanggal 23 juni 2023 bertempat di lantai 3 gedung Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Kalimantan Selatan dengan mengambil Tema "Inspirasi Tokoh dan Pembinaan Peningkatan Kualitas Menerjemah Mahasantri".


Kegiatan ini dilaksanakan untuk pembinaan Mahasantri Ma’had Aly Penerima Bantuan BCB Ma’had Aly pada khususnya dan untuk mahasantri lain pada umumnya. Tokoh yang didatangkan adalah Syekh Samsul Fajeri, Lc., MA, ulama muda asal Banua yang pernah menjadi imam di tiga Benua yakni Mesir, Australia dan Swiss. Hafalan Al-Qur’an dan suara merdu yang membuat Samsul Fajeri rajin di Daulat memimpin Jemaah shalat.


Samsul Fajeri adalah lulusan S2 Hadis di Universitas Al-Azhar Kairo dengan predikat Mumtaz (cum laude).  Saat ini selain menjadi Dosen dan Guru di Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha), ia juga menjabat sebagai Ketua Prodi di Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyh Amuntai. Keahliannya dalam menerjemah yang membuat mentor mahasantri penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) mengundang Samsul Fajeri untuk memotivasi dan menginspirasi mahasantri dengan pengalamannya sekaligus membimbing mahasantri dalam menerjemah Bahasa Arab – Indonesia  dengan baik dan benar tanpa adanya pemborosan kata serta mudah di fahami dan efisien. Kegaiatan ini akan berlanjut setiap minggunya dan dijadikan kegiatan rutin untuk menambah keilmuan mahasantri Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai


“Sirajul Huda” salah seorang mahasantri penerima BCB Baznas Ma’had Aly sangat antusias mengikuti kegiatan ini, menurutnya pembinaan kali ini sangat bagus sekali dalam peningkatan kualitas mahasantri dalam menerjemah. "Syakeh Samsul Fajeri menjadi Inspirasi bagi para pemuda karena ia menjadi tokoh muda yang menjadi imam di 3 Benua, selain itu ia juga dai muda yang berdakwah ke berbagai wilayah hingga pelosok wilayah, semoga kita dapat meneladaninya".





Pemkab Balangan Serahkan Bantuan Pendidikan kepada 13 Mahasantri Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

  Pemerintah Kabupaten Balangan menyerahkan bantuan pendidikan kepada 13 mahasantri asal Kabupaten Balangan yang sedang menempuh pendidikan ...